Balada Hidup Secangkir Kopi

Hidup itu bagaikan menyeruput secangkir kopi di pagi hari. Menghirup sejuknya aroma khas kopi tanah air membuat kita tergila- gila akan aroma menyengat dari kopi tumbuk asli buatan para gadis desa. Semerbak kehangatan pun ditawarkan di sejuknya pagi hari di musim dingin. Ahh, rasanya begitu sempurna hidup seperti itu, hidup indah dengan secangkir kopi di pagi hari. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui ketika meminum kopi, yang mungkin nantinya menjadi ciri khas dari kopi itu sendiri.

Seperti halnya hidup, meminum kopi pun tak boleh tergesa-gesa atau kau akan merasakan panasnya kopi menyengat lidah halus nan lembut tersebut. Bahkan kopi yang nampaknya menggairahkan terasa begitu menyakitkan apabila kita tak melakukannya secara benar. Takkala hidup di bumi, tak usahlah kita terlalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Hidup tak selamanya bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang menjadi target dan harapan kita. Hidup bukan semata untuk mengejar asa, mengejar impian, atau bahkan kebahagiaan. Hidup itu jangan tergesa-gesa, santai saja. Seperti menyeruput kopi, sruput tetes demi tetes untuk mencegah sengatan panas mengenai lidah kita. Ketika kita terlalu terburu-buru, tak jarang hanya mendapatkan sesuatu yang bukan seperti yang diinginkan, atau bahkan kesusahan di kemudian hari. Seperti pepatah jawa “alon- alon seng penting klakon”.

Tidak tergesa-gesa bukan berarti kita harus bergerak begitu lambat sehingga menghabiskan waktu lainnya padahal sisa waktu bisa dipergunakan untuk melakukan aktivitas lainnya. Sama seperti kopi, membiarkannya terlalu lama juga akan mengurangi esensi dari kopi itu sendiri. Kopi akan menjadi dingin, rasanya kurang nikmat, atau bahkan minat tegukan telah sirna seiring dengan berlalunya hawa panas dalam kopi tersebut. Melakukan sesuatu yang terlalu laa pun menimbulkan dampak yang tidak baik untuk diri kita sendiri, seperti menjadi malas contohnya. Karena dipikir pekerjaannya bisa dikerjakan nanti, akhirnya ditinggal untuk melakukan hal lain, yang ujung-ujungnya tugas utama tak terselesaikan. Ya, begitulah minum kopi yang ditiup terus, atau bahkan ditinggal lama dengan alasan membiarkannya sejenak agar tidak panas. Tak hanya panas yang akan hilang, cita rasa dan nafsu juga akan hilang seiring berjalannya waktu.

Meminum kopi pun akan terasa nikmat jika kita merasakan kelezatannya sedikit demi sedikit. Tidak membiarkan sifat rakus ini memimpin hasrat untuk segera menghabiskan kelezatan kopi khas nusantara seketika waktu. Menikmati teguk demi teguk sambil membayangkan tentang kenikmatan hidup, tentang cerminan diri sendiri terhadap segala sesuatu yang telah dilakukan di hari kemarin. Iya, refleksi. Mencoba merenung tentang kesalahan demi kesalahan yang telah diperbuat, baik terhadap diri sendiri atau bahkan terhadap orang lain. Nostalgia dengan sruputan kopi nikmat pun akan membantu pikiran jadi lebih jernih untuk bisa rendah hati dalam mengakui beberapa kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja. Aromanya yang begitu menyegarkan seakan merangsang jiwa manusia untuk menyadari betapa beratinya hidup, menyadari tentang sebuah arti kehidupan.

Meneguk kopipun membawa kenyamanan tersendiri untuk para pencintanya. Mungkin beberapa orang merasa tak suka dengan rasa yang ditawarkan, atau bahkan aroma yang disajikan. Namun, tak sedikit juga yang tergila- gila oleh kenikmatan biji kopi itu sendiri. Beberapa ahli kopi berkomentar bahwa kesegaran kopi yang terasa pahit di awal akan menciptakan cita rasa yang berbeda setelah meneguk kopi untuk beberapa tegukan kemudian. Pahit di awal dan menyegarkan di tegukan berikutnya. Begitulah manusia seharusnya menjalani hidup, karena merasakan kesusahan seperti pahitnya kopipun nantinya akan membawa kesenangan untuk penikmat kehidupan. Menjalani sesuatu dengan bersusah- susah dahulu, sehingga menikmati kenikmatan hidup di kemudian hari. “Berakit- rakit ke hulu, berenang- renag kemudian. Bersakit- sakit dahulu, bersenang- senang kemudian”. Pepatah kuno yang mengingatkan kita semua tentang arti sebuah perjuangan, iya perjuangan. Perjuangan untuk tetap bertahan dalam tegukan pertama kopi yang menyajikan pahit, dan terus melanjutkan ke tegukan kedua untuk bisa menikmati cita rasa tak tertandingi kemudian.

Begitulah kopi, terkadang nikmat terkadang juga tidak. Tapi, kopi selalu menyajikan sesuatu yang menyenangkan kepada semua pecinta kopi bercitarasa tinggi tersebut. Terlebih jika kopi dinikmati bersama keluarga, teman atau bahkan seseorang yang dicintai. Kopi akan memberikan sensasi yang berbeda di setiap tegukan rasanya. Sangat sedikit sekali orang yang tak suka kopi, kalaupun ada mungkin mereka belum merasakan kopi tumbuk asli buatan gadis gadis desa.sampai kapanpu, kopi merupakan favorit untuk semua kalangan masyarakat. Para pecinta kopi, let’s find the other masterpiece of coffee!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s