Refleksi

Kehidupan akan semalanya berubah, entah jadi lebih baik atau bahkan kita bakal jadi pribadi yang lebih buruh dari sebelumnya. Bagai sebutir telur, kita hanya bisa menerka-nerka jadi itik seperti apa nantinya telur itu. Tak jarang telur-telur tersebut menjadi anak ayam yang lucu dan menggemaskan, atau ada saja anak ayam yang paling rentan dari beberapa anak ayam lainnya. Memang selalu ada yang cacat, entah warna bulunya yang tak sempurna, atau kondisi fisiknya yang lemah. Yah, sekali lagi kita tak ada yang tau.

Beberapa waktu lalu aku menghadiri sebuah acara oleh salah satu organisasi yang aku ikuti sejak aku masih di semester satu. Kala itu, aku merasakan sesuatu akan berubah, entah apa. Tiga kandidat kuat siap bersaing merebut perhatian kami para anggota. Dari ketiga kandidat, akan terpilih seorang dengan suara terbanyak sebagai pemimpin baru organisasi ini. Sebagai anggota, aku hanya bisa memaksimalkan suaraku untuk mendukung siapa yang menurutku tepat, seseorang yang bisa membawa komunitas ini menjadi lebih baik nantinya. Itu harapanku, dan mungkin semua orang berkeinginan seperti itu. Semua ingin agar eksistensi komunitas ini akan terjaga sampai kapanpun, melambungkan bendera kemana-mana.

Terpilihlah seorang teman menjadi presiden organisasi ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kedepannya komunitas ini bisa mengibarkan benderanya dengan bangga diatas yang lainnya. Tak peduli seberapa banyak cemooh atas kami, kami akan terus berjuang. Karena hanya satu yang aku ingat sejak dulu,

“Lawan hanyalah kerikil kerikil yang siap menghantammu kapan saja, ah anggap saja kerikil itu sebagai hiasan yang indah yang siap mengukir perjalanan hidup ini”

karena setiap perjuangan tak ada jalan yang mulus, akan selalu ada banyak rintangan kedepan, tergantung bagaimana kita menanggapi saja.

Terlepas dari itu semua, kami berdiam sejenak memikirkan jadi apa kita nantinya, ah hidup selalu berganti. Itulah yang harus kita pikirkan, mau kemana kita nantinya? Memang menjalani hidup itu susah, tapi menjalani hidup yang tak biasa itu lebih susah. Masa depan dipertaruhkan dengan tindakan kita sekarang. Semoga sajalah komunitas ini terus ada sampai kapanpun.

Bukannya mau bersikap sombong karena aku menjadi salah satu anggota komunitas ini. Tidak, aku bahkan tak memiliki peran penting di dalamnya. Kemampuanku pun tak lebih baik dari teman-temannku yang lain. Tulisan ini bukan berniat untuk menyombongkan diri atau bahkan menyombongkan bahwa komunitas ini paling baik, tapi tulisan ini dibuat untuk memupuk semangat juangku yang terkadang hilang entah kemana. Aku hanya manusia biasa dengan keterbatasan semangat, terkadang aku pun enggan mengikuti latihan. Untuk keluar dari area-ku saja aku tak mau. Oleh karena itu aku menulis ini, sebagai pengingat bahwa aku pernah meliki teman-teman yang setiap saat memompa semangat yang mulai kendor ini.

Aku berterima kasih telah menjadi bagian keluarga kecil ini, semoga kehadiranku bisa bermanfaat meskipun tak sebesar yang lainnya.

Sidoarjo, 14 Januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s