Bahasa Indonesia

Diskusi mengenai Kedaulatan Bahasa yang berada di salah satu lembaga kursusan Bahasa Inggris Al-Falah Islamic Course (FIC), Sabtu(10/05/’14) dengan kerjasama dengan salah satu Universitas besar di malang, Universitas Ma Chung ini telah mengajarkan kita tentang pentingnya mempelajarari dan melestarikan Bahasa Indonesia, bahasa nasional yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Dekan dari Universitas Ma Chung malang ini telah berhasil menyampaikan makna cinta tanah air dengan mempertahankan Bahasa Indonesia, dengan mempelajari dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.

Bahasa itu bersifat relatif. Penggunaan Bahasa dengan baik dan benar. Baik sesuai konteksnya dan benar sesuai tatanan bahasanya. Dalam penggunaannya, Bahasa Indonesia juga perlu penyesuaian. Sangatlah tak mungkin jika kita menggunakan tatanan Bahasa Indonesia di pasar dengan penggunaannya ketika di kelas, ketika kita sedang rapat dengan orang-orang penting. Bahasa itu tergantung dengan siapa kita berbicara, Bahasa ketika kita berbicara pun sangat berbeda dengan Bahasa tulisan yang memang mewajibkan si penulis untuk menuliskannya sesuai dengan kaedah dan tatanan bahasa yang dimiliki. Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar

Telah jelas dalam Undang-Undang Dasae 1945 pasal 35 yang berbunyi “ Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia”. Tapi, apakah Bahasa Indonesia adalah benar-benar Bahasa ibu kita? Sedangkan kita tahu bahwa ternyata Bahasa Indonesia adalah Bahasa kedua kita. Sangat jarang sekali kita memakai Bahasa Indonesia ketika kita berada di lingkungan santai seperti dengan keluarga, teman. Kita cenderung menggunakan Bahasa daerah masing-masing, atau bahkan tak sedikit dari kita yang menyisipkan beberapa kata dari Bahasa asing yang tak sepatutnya kita campur dengan Bahasa Indonesia asli. Bahasa Indonesia kalah dengan Bahasa lokal, Bahasa ibu kita bukan Bahasa Indonesia, melainkan Bahasa lokal di setiap daerah.

Tak bisa dipungkiri ternyata Bahasa Indonesia adalah pelajaran tersulit, mengapa? Kita sudah belajar Bahasa Indonesia sejak kelas paling rendah, Taman Kanak-kanak (TK). Dan ternyata, sampai saat ini pun kita masih saja bingung, salah dalam studi ini. Bahasa Indonesia merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi beberapa pelajar di Indonesia. Mereka mengaku bahwa Bahasa Indonesia itu sulit, Bahasa Indonesia itu menjebak. Pada sebuah soal pilihan ganda pun, kita sering tertipu. Hampir semua jawaban benar, tapi ternyata ada sebuah jawaban yang paling benar, dan itu membingungkan pelajar dalam mengerjakan soal. Bahkan, nilai Bahasa Indonesia kita pun terkadang lebih rendah dari nilai Bahasa Inggris yang notabene bukan Bahasa asli kita. Sungguh fenomena yang menampar wajah Indonesia sesungguhnya. Dalam kehidupan sehari-hari saja terkadang kita lebih suka berbahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Sungguh menyedihkan bagi kita para generasi muda yang tak begitu bangga dengan bahasanya sendiri.

“Saya akan melihat wajah Indonesia 20 tahun ke depan, jadi apa Bahasa Indonesia nantinya di tangan kalian” sebuah pernyataan yang sederhana tapi mengandung berjuta makna. Dari situlah kita juga mengetahui kekhawatiran seorang dekan atas maraknya Bahasa Asing di lingkungan kita. Kita tak pernah menyadari bahwa sedikit demi sedikit Bahasa Indonesia akan terkikis oleh perkembangan zaman. Katanya Bahasa itu adalah identitas bangsa, tapi bagaimana jikalau anak cucu kita tak pernah mengenal Bahasa Indonesia? Masih punya identitas kah bangsa ini? .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s