Bumiku Sayang . . . .

Tanggal 22 April merupakan hari dimana kita merayakan Hari Bumi. Sebuah agenda rutinan tiap tahun ini selalu diisi dengan berbagai aktifitas sosial terhadap lingkungan dan sekitarnya. Beratus-ratus orang berlomba-lomba untuk menggalakkan kegiatan menanam seribu pohon, membersihkan lingkungan sekitar, hari bebas asap rokok, hari tanpa asap kendaraan dan sebagainnya. Puluhan aktifis muda pun tak mau ketinggalan dengan hari yang baik ini, apalagi bagi mereka yang mengaku pecinta alam, beragam aksi akan mereka lakukan di hari tersebut. Beragam souvenir seperti kaos, gantungan kunci dan sebagainya mereka jual dimana keuntungannya digunakan untuk keperluan alam.

Aku masih tak mengerti kenapa orang-orang berbondong-bondong untuk menanam pohon, padahal mereka bisa melakukan hal kecil untuk keseharian mereka daripada harus melakukan hal besar tapi hanya sekali dalam setahun. Itupun kalau mereka istiqomah setiap tahun melakukan, kalau tidak? Padahal masih banyak yang bisa mereka lakukan daripada melakukan reboisasi setahun sekali tapi tetap tak meghiraukan mengenai aturan yang lainnya. Contoh sederhana mengenai membuang sampah, banyak sekali orang yang tau mengenai peraturan tersebut. Tapi, hanya sedikit diantara mereka yang mengerti tentang dampak dan akibat atas sampah yang mereka gunakan.

Kita tahu bahwa kondisi bumi sekarang tak begitu baik. Jutaan pohon ditebang hanya untuk memenuhi rasa ketidakpuasan manusia. Ratusan biota dalam selingkup hutan pun musnah entah kemana, ini lah salah satu contoh atas ditebangnya rumah- rumah mereka. Kita tak pernah tahu bahwa ternyata ada banyak makhluk yang tinggal di sebatang pohon hidup tersebut. Sebatang pohon yang harus ditebang paksa tanpa adanya tanggung jawab dari sang penebang. Uang menjadikan alasan utama mengapa mereka melakukan hal semacam itu, mereka sudah dibutakan oleh uang. Karena uang, mereka rela menjual otak-otak mereka sehingga mereka melakukan hal yang tak beradab seperti menebang pohon sembarangan, tanpa melakukan penghijauan. Atau bahkan, orang-orang tak menganut sistem tebang pilih, dimana mereka seharusnya menebang pohon yang sudah berumur lama dan menggantinya dengan bibit yang baru. Tidak, mereka hanya meninggalkan sampah buangan gergaji-gergaji besi saja berserakan. Membiarkan hutan-hutan kita gundul.

Daripada melakukan hal besar tapi hanya sekali dalam sekali seumur hidup, lebih baik kita melakukan hal kecil tapi rutin, melakukan perbuatan kecil yang bisa berdampak besar untuk kehidupan kita di masa yang akan datang, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Memang ini kelihatannya sangat begitu diremehkan oleh sebagian orang, padahal dengan membuang sampah sekecil apapun itu sudah berartikan sedekah kita kepada bumi. Kita bisa lihat banyak hal yang bisa ditimbulkan ketika kita mengabaikan pentingnya buang sampah pada tempatnya, kita lihat saja ibukota negara ini. Sudah berapa hektar wilayah sana yang terendam banjir akibat tersumbatnya sungai-sungai disana? Itu salah satu bukti atas menumpuknya sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat sekitar.

Daripada harus menanam pohon setahun sekali, mari sama-sama melakukan hal kecil setiap hari. Jangan jadikan hari bumi sebagai peringatan tahunan, cobalah kita buat hari bumi menjadi keseharian kita. Bumi saja sayang kita setiap hari dengan mengijinkan badannya untuk kita injak, merelakan sebagian tanahnya untuk dibangun pemukinan, sekolah, kantor maupun universitas dengan Cuma-Cuma (gratis) masa kita hanya menyayangi bumi sehari dalam setahun saja? Apakah ini adil? Mari lakukan tindakan kecil untuk hasil yang nyata demi keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita nantinya.

Selamat Hari Bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s