Kisah Imam Ghazali

Ketika imam Ghazali sedang mengajar murid-muridnya, beliau memiliki beberapa pertanyaan untuk murid-muridnya. Pertanyaannya yaitu: 1. Apa di dunia ini yang paling dekat? 2. Apa di dunia ini yang paling jauh? 3. Apa yang paling besar di dunia? 4. Apa yang paling berat di dunia ini? 5. Apa yang paling ringan di dunia ini? Dan yang terakhir tentang apa yang paling tajam di dunia ini?. Satu persatu murid-murid pun menjawab pertanyaannya. Dengan seyum yang menawan, imam Ghazali pun menimbali jawaban para muridnya. “ jawaban kalian semua benar, tapi ada jawaban yang lebih tepat dari itu”. Satu persatu imam Ghazali menjawab pertanyaan beserta dengan makna yang terkandung di balik pertanyaan yang beliau sampaikan.

PERTAMA, yang paling dekat di dunia ini adalah MATI. Kita tak pernah tahu kapan kita akan mati, kematian merupakan hal yang terdekat untuk kita, bisa saja detik ini kita mati, semua tinggal menunggu sang kuasa menentukan waktunya. KEDUA, yang paling jauh di dunia ini adalah MASA LALU. Sekeras apapun kita mengejar, meraih masa lalu, tak bisa bagi kita untuk menggapai itu, oleh karena itu masa lalu merupakan yang paling jauh diantara yang lainnya. KETIGA, yang paling besar di dunia ini adalah NAFSU. Kita tak pernah bisa memenuhi semua nafsu kita, betapa besarnya keinginan kita untuk memenuhi apapun yang kita inginkan. KEEMPAT, mengenai apa yang paling berat di dunia ini adalah AMANAH, sungguh sesuatu yang memikul tanggung jawab yang sangat berat yang tak semua orang bisa melakukannya. KELIMA, yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT, mengapa demikian? Sholat itu perkara yang sangat mudah, pantas aa orang yang menunda bahkan sampai dia lupa waktunya shalat. Sungguh ibadah yang mudah terlupakan. Yang TERAKHIR, LIDAH manusia merupakan sesuatu yang paling tajam di dunia ini. Tak satupun masalah timbul akibat ketidak tepatan dalam menggunakan lidah. Berburuk sangka, menfitnah, membicarakan aib orang. Sungguh lidah merupakan sesuatu yang harus diwaspadai.

Cerita singkat mengenai imam Ghazali ini tak hanya memberikan pengetahuan terhadap kita para pembaca. Beberapa hikmah dapat diambil dari kisah teladan beliau. Kisah seorang guru yang tak hanya mengajarkan ilmu tapi juga mendidik secara moral kepada setiap muridnya. Pesan moral tak pernah luput dalam setiap pengajarannya. Tulus ikhlas mendidik terpancar dalam keberhasilan tiap muridnnya. Andai saja semua guru di negeriku seperti beliau. Keikhlasan tiada tara hanya untuk muridnya untuk mencapai kebahagiaan bersama. 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s