Islam punya cerita

Hati ini terasa tertampar ketika menghadiri sebuah komunitas sholawat nabi. Sebuah komunitas yang rutin setiap dwi mingguan ini melakukan sholawat kepada Baginda Rosulullah ini berada dibawah naungan Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebuah komunitas para mahasantri yang tetap pemperjuangkan syair-syair indah, sebait lagu indah untuk memuji keagungan sang pencipta, juga untuk mengingatkan kita bahwa kita memiliki pemimpin abadi, nabi terakhir, seorang rosul yang akan membimbing kita di alam kemudian nantinya. Sungguh hati ini menangis bagaikan lautan samudra yang begitu dalam. Begitu indah lantunan syair yang didendangkan dengan sepenuh hati, dengan ikhlas dengan mengharap ridho sang maha kuasa dan safaat dari sang baginda sendiri. Sungguh aktifitas yang sangat jarang aku lakukan. Semoga aku bisa istiqomah dengan ini semua. Bismillah ya Allah J

Yang begitu aku sayangkan adalah ketidaktertarikan para remaja untuk menghadiri acara seperti ini, entah apa yang ada di pikiran mereka. Mereka lebih senang mendengarkan musik-musik pop daripada jenis musik shalawat seperti itu. Tidak modern? Siapa bilang shalawat nabi tak popular? Bahkan syair-syair shalawat bisa menggunakan semua genre musik yang ada di Negara kita ini. Sudah banyak pemuda-pemuda kreatif yang mengembangkan shalawat nabi menjadi lebih indah dari biasanya. Hanya butuh kesadaran dari setiap individunya saja. Mereka lebih suka berdesak-desakan melihat penyanyi idaman mereka, padahal dalam majelis shalawat, mereka akan mendapatkan suatu pengalaman yang tak terlupakan. Bagaimana kita bisa mengaku punya rosul jika tak pernah mengenalnya? Bagaimana kita bisa bilang cinta rosul kalau kita saja jarang atau bahkan tak pernah mendendangkan syair atau pujian untuk beliau? Sungguh manusia ini hanya pandai berbicara saja.

Membaca shalawat nabi tak lain untuk mengharapkan safaat ketika kita sudah meninggal, karena umat muslim percaya akan adanya hari pembalasan, dan kita tak mungkin akan selamat tanpa mendapat safaat dari nabi besar umat islam, tapi bukan berarti kita akan selamat hanya dengan mendendangkan sholawat saja tanpa ibadah yang lain, tidak.  Aku bukan seorang yang mau menakut-nakuti temanku yang lain, aku hanya mengajak supaya mereka sadar betapa kuatnya Islam jika kita mau menjaganya. Betapa kuatnya iman kita jika kita sendirilah yang menguatkannya.

Sebetulnya, Islam pernah berjaya di beberapa Negara di Eropa dulu. Islam pernah mempengaruhi peradaban disana sangat lama, selama berabad-abad ketika berada di masa Bani Abasiyah. Dengan bangga Islam memimpin kebudayaan maupun hingga tingkat bangunan. Tempat yang awalnya berupa gereja-gereja megah di Eropa, secara artistik tanpa merubah struktur bangunan disulap menjadi masjid nan agung. Tak heran kalau hingga sekarang masih banyak gereja-gereja tua yang bernuansa islami atau bahkan masjid megah yang terdapat sebuah patung salib besar milik umat kristiani. Semua itu hanyalah simbolik semata. Masjid dan gereja itu adalah hasil karya setiap kaum.

Atas kemenangan islam di perang salib yang berlangsung selama beratus-ratus tahun ini memukul mundur kaum yahudi dari medan pertempuran. Hingga saat itu, kau yahudi pun mencari cara lain untuk menakhlukkan islam. Islam akan susah ditakhlukkan dengan senjata macam apapun, karena islam itu banyak dan mereka saling bersaudara satu sama lain, itulah yang membuat islam susah ditakhlukkan. Hingga akhirnya kaum Yahudi punya suatu cara agar mereka bisa menang atas islam yaitu dengan memerangi islam dengan pemikiran. Tak sedikit orang yahudi yang pergi ke Arab dan belajar mengenai islam, mengenai Bahasa Arab yang semata-mata belajar untuk mencari kelemahannya. Dengan perubahan pola pikirlah umat islam akan bisa diruntuhkan.

Kita sebagi umat muslim tak pernah sadar bahwa kemurnian islam sedikit demi sedikit terkikis oleh zaman. Dahulu, umat islam dan yahudi memakai pakaian yang sopan dan tertutup, tapi lama kelamaan yahudi mulai memperbarui gaya berpakaian kita. Kita masih memakai kerudung untuk meutupi aurat, kita masih memakai baju panjang, tapi apakah menutupi aurat harus dengan memakai baju yang sangat tipis? Apakah baju itu harus begitu ketat? Secara tak sadar, yahudi lah yang merusak pola berpikir umat islam. Di zaman yang modern sekarang, sudah banyak umat islam yang berkerudung tapi kerudungnya pendek, tak meutupi semua rambutnya. Baju pun sudah banyak yang ketat, memamerkan anggota tubuhnya dengan bangga. Masihkan kita meragukan pemberontakan ini?

Sesungguhnya kita berada di masa perang, perang kebudayaan. Mereka memerangi islam dengan cara memasukkan pemikiran-pemikiran barat dalam otak kita. Sungguh malang nasib umat islam saat ini. Akankah islam berjaya lagi seperti di masa lalu ketika para pendahulu mempertahankan islam dengan begitu kuat? Sungguh iman kita tak begitu kuat seperti para pembela islam di masa lalu. Sekarang, kaum yahudi merajalela dimana-mana. Para petinggi-petinggi Negara maju pun tak lain tak bukan adalah kaum yahudi yang juga berencana merusakkan moral kita. Mereka datang memperkenalkan musik kebarat-baratan untuk mengikiskan kesenangan kita akan sholawat nabi. Sunguh kita harus berhati-hati dalam menyikapi suatu hal. Tapi, kita tak perlu membenci mereka, karena kalau kita bertindak anarkis, sama saja dong dengan mereka. Mengapa tak kita tiru kebiasaan baik mereka saja? Banyak fakta membuktikan bahwa orang Yahudi itu cerdas, kenapa kita tak membuat islam menjadi cerdas saja? Musuh kita bukan senjata, musuh kita bukan meriam dan bom bom besar, melainkan kepercayaan dalam diri kita sendiri.

Nah, berhubung kita sudah mengetahui betapa maraknya perubahan dalam lingkungan sekitar kita, tak adakah belas kasih untuk merubah pola pikir atau perilaku kita, cara pandang kita pada sesuatu? Tak selamanya sholawat itu kuno, inilah yang harus dipertahankan. Budaya yang baik inilah yang seharusnya harus kita lestarikan, bukan malah ditinggalkan. Sekali lagi, islam harus diperjuangkan! Mari kita bersama-sama menguatkan iman kita, belajar lebih dalam mengenai agama kita sendiri. Secara tak sadar pun kita juga bisa membelokkan hati keras mereka. Islam itu agama yang penuh kedamaian, tak sepantasnya islam itu keras, itu hanya sebagian orang yang hanya setengah-setengah saja belajarnya. Belajarlah tentang islam, pahami islam secara keseluruhan, jangan sampai pembelajaran kita menjadi sebuah keambiguan yang dapat membelokkan pemikiran kita sendiri nantinya. Jangan mengaku islam kalau tak mengenal islam itu apa “tak kenal maka tak sayang”.

One thought on “Islam punya cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s