Belajar mengingat

Sempat terbesit keinginan untuk mendaftar Paramadina Fellowship 2014 dulu, tapi mungkin aku harus benar-benar membuang impian untuk melanjutkan belajar di sana. Aku sekarang mengerti, sangat sekali mengerti kenapa Allah tidak mengijinkanku belajar di sana, mungkin saja Allah memiliki jalan yang lebih indah di UIN ini. Aku harus bisa membuang jauh-jauh pikiran negatif ini, aku percaya takdir TUHAN pasti lebih indah dari yang aku rencanakan sebelumnya. Jakarta bukan tempatku J

Aku tau tak semua keinginan kita berjalan sesuai apa yang kita inginkan, tapi dengan itulah aku mengerti bahwa ada rahasia di balik rahasia, yang tidak bisa di telaah dengan pikiran yang singkat. Satu kalimat yang selalu aku ingat “Manusia hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang menentukan”. Sekeras apapun kita menyesalinya, semuanya tak akan pernah berubah. Kita boleh marah, boleh tak terima dengan keputusan yang telah di tetapkan oleh sang kuasa, tapi kita harus ingat bahwa beliaulah yang mengatur, yang memiliki hidup kita seutuhnya, kalaupun beliau mau, detik ini juga kita bisa mati.

TITIK TERANG

Bukan kejayaan yang seharusnya di kejar oleh manusia, bukan pula harta. Ada sesuatu yang lebih berharga yang patut diperjuangkan, daripada hanya menyesali sesuatu yang tak mungkin lagi kembali pada kita. Iman yang kuat. Itulah yang seharusnya kita pertahankan hingga titik penghabisan, betapa tidak, kalaupun kita memiliki harta yang melimpah, hidup serba tercukupi, tapi semuanya menjadi tidak berarti dimata Allah apabila kita tak memiliki iman yang kuat diatasnya. Iman adalah atas di atas segalanya. Tak ada yang lebih berharga dari itu semua

Ketika semuanya tak berjalan dengan sempurna, harapan itu pun musnah. Tapi bukan berarti hidup kita juga turut musnah. Kita masih memiliki Allah yang selalu menjaga kita, senantiasa menuntun hambanya yang sedang ditimpa musibah, meskipun musibah itu merupakan ulah kita sendiri. Allah tak pilih kasih, ketika kita melihat seseorang yang hidup tenang tanpa masalah dan kita seperti terbebani dengan tanggung jawab yang terkadang membuat hidup terasa lebih berat, bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Tapi, justru itulah cara Allah membuktikan betapa sayang-Nya dia terhadap umatnya. Ketika kita bisa menyelesaikan, mengatasi masalah yang di berikan oleh Allah, itu berarti derajat kita sebagai manusia berada di puncak lebih tinggi daripada orang yang tak pernah memiliki masalah.

Tingkat perbandingan masalah pun ada ukurannya, Allah pun tak akan pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya sendiri.

La yukallifullahu nafsan illa wus’aha (QS Al-Baqarah: 286). Begitulah janji Allah terhadap setiap hambanya, tak ada kesulitan yang tak teratasi selama kita bisa berusaha. Usaha itu tak boleh putus di tengah jalan, usaha itu harus bisa dipertahankan hingga hembusan nafas terakhir.

SEMUA BAIK-BAIK SAJA

Aku sadar ketika sebuah kegagalan datang menghampiri kehidupan kita dimana itu sudah tertata rapi, sakit? Memang, nangis? Pasti itu. Betapa tak hancur perasaan ini ketika aku mendengar kegagalanku untuk masuk di salah satu Perguruan Tinggi yang aku impikan selama ini. Aku gagal. Semangatku pun kian memudar. Tapi, dibalik kegagalan itu, aku sekarang memiliki sebuah kelebihan yang aku rasa aku lebih unggul daripada mereka yang sedang tertawa menikmati suasana indah Perguruan Tinggi mereka. Aku tak peduli. Aku sudah sangat bersyukur bisa melanjutkan belajarku di kampus ini, bukan maksud aku mau menyombongkan diri, tapi ini memang benar. Imanku masih bisa aku pertahankan, dibandingkan dia yang mengingkari janji yang tak sengaja dia ucapkan malam itu. Kecewa? Ya iyalah.

Kuyakinkan diriku bahwa aku sudah berada di jalan yang sangat benar. Bismillah . . .

Bagaimanapun ceritanya, aku tetap harus memperjuangkan sesuatu yang benar. Aku merasa tak ada yang salah dengan rentetan kejadian itu. Semua sudah direncanakan oleh sang Maha Kuasa, semuanya sudah membukakan mataku akan sesuatu yang tak pantas aku dapatkan. Sebuah hasil merupakan cerminan atas perjuangan setiap individu. Kalaupun aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan, berarti perjuanganku untuk mencapainya masih kurang. Dan itu yang aku alami beberapa waktu lalu. Aku tak mau mengingatnya lagi, cukup menjadi memori, kenangan untuk bisa memperbaiki sikapku, belajar untuk menerima kegagalan.

Aku hanya bisa berharap aku bisa melalui hidup ini dengan indah, di awali dengan tangisan yang berujung keceriaan tiada tara. Karena aku yakin di setiap perjuangan yang aku lakukan hari ini akan membuahkan hasil yang manis di kemudian hari. Allah itu selalu membayar keringat yang telah kita keluarkan. So, do not worry guys. . .  :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s